Isma Arini, Taklukkan Takut, Buat Takjub!

Kisah Isma Arini, salah satu siswi MAN Kutai Barat dan anggota PIK-R Kuntum Melati periode 2024 - 2026

Isma Arini, Juara 1 Duta Forum Anak Putri Kabupaten Kutai Barat 2025/2026, Anggota PIK-R Kuntum Melati 2024 - 2026

8/12/20253 min read

haiii, aku Arin salah satu anggota pik-r kuntum melati 2024-2026. kalian yang baca ini mungkin sekarang kenal aku karna juara 1 duta forum anak, tapi aku pengen cerita sedikit tentang siapa aku 2 tahun yang laluu karna kalian harus tau bahwa untuk sampai di titik ini aku bukan terbang, tapi berjalan perlahan-lahan. Seorang Arin 2 tahun yang lalu sangat sangat tidak akan menyangka bisa sampai di titik ini, Arin yang dikenal tidak banyak bicara, Arin yang kalau pegang mic selalu gemetaran tangannya, Arin yang kalau disuruh berbicara didepan orang selalu takut karena merasa belum sempurna.

Tapi, semua itu berubah semenjak aku pertama kali melangkahkan kaki saat gladi bersih pemilihan duta GenRe 2024. Saat mendaftar sebagai perwakilan calon duta genre dari PIK-R Kuntum Melati, sama sekali tidak terbayang akan bagaimana pemilihan ini. Apakah hanya mengerjakan soal? atau bagaimana? kalaupun harus menampilkan sesuatu, aku pikir aku sudah cukup siap untuk itu. Tapi, aku terlupa satu hal, yaitu kalau aku pada dasarnya tidak mudah beradaptasi dengan orang baru. Selalu ada ketakutan ketakutan tidak berdasar dipikiran ku saat itu. Misal “ih, mereka semua keren - keren ya public speakingnya. Aku ga ada apa - apanya banget nih dibanding mereka. Harusnya tempat aku bukan disini, ini kan tempat orang - orang yang sudah jago”. Mungkin kalian juga pernah dihadapkan dengan situasi semacam ini, dan saat itu aku sadar bahwa kali ini memang bukan waktunya untuk ikut, karena persiapanku masih sangat - sangat kurang saat itu, dan mulai saat itu aku punya satu hutang dengan guruku yaitu untuk ikut duta genre di tahun selanjutnya.

singkat cerita selama setahun aku sedikit demi sedikit melatih diriku sendiri untuk mulai berani berbicara di depan orang banyak. Aku mulai berani menyuarakan pendapat ku, dan yang paling penting adalah mulai mencintai diri aku sendiri. Karena dengan itu, aku mulai bisa beradaptasi dengan orang - orang di lingkungan sekitar ku dengan lebih mudah. Akhirnya, yang ditunggu - tunggu pun tiba. Waktunya pemilihan duta genre 2025. Tidak sedikit waktu yang aku keluarkan untuk latihan sebelum pemilihan, dan karena waktu yang tidak sedikit itupun aku merasa kalau aku pantas menang. Tapi di hari itu ternyata, kakiku belum ditakdirkan untuk naik ke atas panggung. Kalau ditanya "aku kecewa atau tidak", jawabannya tentu aku sangat - sangat - sangat kecewa. sampai dirumah aku hanya bisa menangis semalaman, bahkan besoknya akupun ngga sanggup untuk masuk sekolah.

Tapi di malam saat sebenarnya aku masih menangis itu tiba - tiba ada pesan digrup pik-r yang isinya menyemangati kami yang belum juara dan merekomendasikan untuk ikut duta forum anak di tahun itu. Aku masih ingat sekali aku membalas pesan itu sambil menangis, tapi masih bisa mengatakan bahwa aku ingin ikut sekali lagi. Sambil di dalam hati berkata “ini energi terakhir ku untuk mencoba lagi” dan yaa seperti sebelumnya, aku mulai mempersiapkan diri lagi untuk kali ini. Tentunya, dengan sisa - sisa tenaga dan harapan yang aku punya, semuanya aku jalani tanpa menaruh harapan bahwa aku akan juara. Sampai lolos ke 10 besar pun aku tetap tidak berpikiran bahwa kali ini aku akan juara. Kali ini, yang ku lakukan hanya fokus pada proses yang kulakukan tanpa berharap hasilnya seperti apa. "nothing to lose" aja, pokoknya. Kalau menang ya alhamdulillah, kalau kalah ya kemarin juga kalah. Apa bedanya kalau kalah lagi? Tapi yang tidak aku sangka - sangka adalah kali ini kakiku berhasil naik ke atas panggung sebagai juara.

Bukan juara 3, bukan juara 2, tapi juara 1. Setelah akhirnya aku hampir menyerah kemarin dan sekarang mencoba sekali lagi, yang kudapatkan justru juara 1. Setelah kejadian itu, ada satu hal yang aku pelajari, yaitu jangan pernah menyerah bahkan jika di saat orang lain berlari dan kamu hanya bisa jalan perlahan. Tetaplah jalan, jangan pikirkan bahwa kamu akan kalah cepat daripada mereka yang berlari, tapi pikiran bagaimana caranya agar kamu bisa sampai ke finish. Entah kamu jadi orang ke-1.000, ke-100 ke-10 atau bahkan ke-1, fokus pada dirimu, dan tujuanmu. Jangan terlalu fokus pada kelebihan orang lain sampai kamu lupa kamu juga punya kelebihan. Do'a terbaik untuk kita semua, semoga kita tidak pernah lelah untuk mencoba dan berusaha yaa! dan, semoga kita semua mendapatkan apa yang kita inginkan.